Jumat, 19 Agustus 2022

akupunktur pemulihan setelah stroke


Akupunktur pemulihan setelah stroke

Akupunktur membantu pemulihan kondisi tubuh yang mengalami gangguan setelah mengalami stroke
Dengan menggunakan elektroakupunktur yaitu gabungan dari akupunktur dan terapi listrik untuk membantu stimulasi(merangsang) sistem saraf

Konsultasi dan informasi lebih lanjut silahkan hubungi terapis melalui whatsapp

Terapis : Nur Indriya, A.Md.Akp
Whatsapp : 0895418088811
Alamat praktek : jl. Dr. Wahidin sudiro husodo gg XIII no. 5 Gresik (masuk gang sebelah timur exit tol kebomas)

Jadwal praktek : senin - sabtu (dengan janji)
08.00 - 20.00
Bisa dipanggil ke rumah

Jumat, 05 Agustus 2022

terapi nyeri bahu di gresik


Pada pertemuan pertama, Setelah diterapi menggunakan elektroakupunktur dan inframerah selama 20 menit dan di massage/pijat seperlunya, keluhan nyeri banyak berkurang dan bisa menekuk lengan ke belakang dan juga mengangkat lengan ke atas mendekati sejajar dengan kepala.

Info lebih lanjut dan konsultasi, silahkan hubungi terapis :
Nur Indriya, A.Md.Akp
0895418088811 (wa only)

Jadwal praktek : Senin - sabtu (dengan janji)
08.00 - 20.00

Alamat praktek :
Jl. Dr. Wahidin sudiro husodo gg XIII no. 5 
Gang sebelah timur exit tol kebomas Gresik

* juga melayani panggilan ke rumah

Kamis, 28 Juli 2022

terapi bells palsy di gresik (bisa dipanggil ke rumah)

Bell’s palsy adalah kelumpuhan pada salah satu sisi otot wajah sehingga salah satu sisi wajah tampak melorot. Bell’s palsy terjadi secara tiba-tiba, tetapi biasanya tidak bersifat permanen.

Beberapa tanda gangguan saraf wajah pada bells palsy :
* Perubahan bentuk wajah
* Salah satu sisi wajah tampak melorot
* Sulit tersenyum
* Sulit menutup mata

Akupunktur/elektro-akupunktur (stimulasi listrik dengan akupunktur) seringkali sangat berhasil dalam meredakan kelumpuhan wajah.
terutama bila pengobatan dimulai dalam dua minggu pertama setelah diagnosis.
Dibantu dengan massage ringan pada otot-otot wajah membantu mengembalikan kekuatan otot.

segera mungkin lakukan pemeriksaan jika anda mengalami beberapa dari gejala bells palsy agar mempercepat penanganan sehingga mempercepat proses pemulihanya.

Jadwal terapi akupunktur
6-12x terapi (sesuai kebutuhan) dengan pertemuan 2x seminggu

Konsultasi dan buat janji :
0895418088811 (wa only)
Terapis : Nur Indriya, A.Md.Akp
Jadwal praktek : senin - sabtu (dengan janji) 08.00 - 20.00

Selasa, 25 Januari 2022

Terapi nyeri tumit (plantar fascitis)


Massage, elektroakupunktur dan inframerah untuk mengatasi nyeri tumit

Nyeri tumit/ tumit terasa sakit (ada yang terasa seperti tertusuk) seringkali disebabkan oleh peradangan pada jaringan penghubung antar tulang yang berada di telapak kaki (plantar fascitis)
Tingkat keparahan sakit bervariasi dan seringkali bisa berkurang dan hilang dengan sendirinya dengan mengistirahatkan kaki.
Tapi jika anda membutuhkan bantuan untuk mengurangi/menghilangkan nyeri
Kami menyediakan terapi untuk membantu anda dengan 3 teknik terapi :
1. Massage (pijatan lembut pada telapak kaki) untuk membantu merelaksasi telapak kaki
2. Elektroakupunktur (akupunktur + terapi getaran listrik) untuk membantu mengurangi nyeri, yang akan diterapkan pada otot betis dan dekat tendon achiles dan dekat mata kaki
3. Inframerah untuk memberikan rasa hangat sehingga membantu mengurangi nyeri dan melancarkan peredaran darah sekitar telapak kaki

Info lebih lanjut, konsultasi dan buat janji terapi silahkan hubungi terapis kami.

Akupunktur Gresik
Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Gg. XIII No. 5 Gresik
Telp/sms/wa 0895418088811
jadwal praktek :  Senin-Sabtu (dengan janji) 08.00-20.00
Terapis :Nur Indriya, A.Md.Akp

Minggu, 23 Januari 2022

akupunktur untuk sindrom piriformis (nyeri pada daerah bokong)

Sindrom piriformis adalah kondisi dimana otot piriformis yang terletak di area bokong mengalami ketegangan dan kekakuan, sehingga menjepit saraf sciatic yang berjalan di antara otot-otot piriformis tersebut dan timbul gejala seperti linu panggul (sciatic) akibat jepitan saraf sciatic pada daerah tersebut.


Piriformis adalah otot kecil yang terletak jauh di dalam bokong (di belakang otot gluteus maximus). Dimulai pada tulang punggung bagian bawah dan terhubung ke permukaan atas tulang paha (femur).

Berjalan secara diagonal, dengan saraf sciatic yang berjalan secara vertikal langsung di bawahnya (meskipun pada beberapa orang saraf dapat berjalan melalui otot).

Fungsi otot piriformis untuk membantu pinggul berputar dan memutar tungkai bawah dan kaki ke luar.

PENYEBAB SINDROM PIRIFORMIS

Penyebab pasti sindrom piriformis tidak diketahui. Dugaan penyebab sindrom piriformis antara lain:

  • Kejang otot piriformis, baik karena iritasi pada otot piriformis itu sendiri, atau iritasi dari struktur terdekat seperti sendi sakroiliaka atau pinggul
  • Ketegangan berlebihan otot piriformis, sebagai refleks dalam menanggapi cedera atau kejang
  • Pembengkakan pada otot piriformis, karena cedera atau kejang
  • Perdarahan di daerah otot piriformis.


Salah satu atau kombinasi dari masalah di atas dapat mempengaruhi otot piriformis, menyebabkan rasa sakit bokong dan dapat mempengaruhi saraf sciatic yang berdekatan dan menyebabkan nyeri, kesemutan, atau mati rasa di bagian belakang paha, betis, atau kaki (gejala hampir sama dengan linu panggul atau sciatica akibat jepitan saraf sciatic di area tulang belakang).

GEJALA SINDROM PIRIFORMIS

Gejala yang paling umum, pasien menjelaskan nyeri bokong akut dan sakit linu panggul seperti di bagian belakang paha, betis dan kaki. Gejala ini hampir sama dengan gejala linu panggul (sciatica) yang disebabkan jepitan saraf di vertebra lumbal dan sakral karena berbagai penyebab.

Gejala khas sindrom piriformis termasuk:

  • Rasa sakit bokong dan nyeri tekan bokong. Tanda ini khas untuk sindrom piriformis.
  • Rasa sakit dirasakan hingga bagian belakang paha, betis dan kaki (seperti linu panggul)
  • Nyeri akan timbul dan bertambah saat berjalan menaiki tangga atau condong, setelah duduk lama, berjalan atau berlari dan mungkin merasa lebih baik setelah berbaring
  • Rentang gerak sendi pinggul berkurang, dan nyeri akan dipicu oleh gerakan-gerakan pinggul, paha dan tungkai bawah yang memaksa otot piriformis berkontraksi, seperti menekuk paha ke depan dengan kaki lurus, memutar pinggul
  • Pada sindrom piriformis tidak ada defisit neurologis yang terjadi, hal ini berbeda dengan nyeri sciatica yang disebabkan karena jepitan akar saraf sciatic di vertebra lumbal dan sakral.

 akupunktur merupakan teknik pengobatan yang berasal dari China yang menggunakan jarum khusus akupunktur yang steril dan sekali pakai yang ditusukkan menembus kulit pada kedalaman tertentu sesuai dengan kebutuhan.

pada kasus sindrom piriformis ini jarum akupunktur akan ditusukkan pada beberapa titik yang menjadi keluhan. seperti pada gambar berikut ini :


penusukkan akan diterpakan pada tanda xx di atas dan mungkin ditambah dengan titik akupunktur berikut ini sesuai dengan keluhan 




Silahkan konsultasikan terlebih dahulu keluhan anda kepada terapis




Akupunktur Gresik

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo Gg XIII No. 5 Gresik (dekat Icon Mall Gresik)
Telp/sms/Whatsapp : 0895418088811

Jadwal Praktek : Senin - Sabtu (dengan janji)
08.00 - 20.00

Terapis : Nur Indriya, A.Md.Akp



Jumat, 21 Januari 2022

trigger points

 Titik pemicu adalah area sensitif di otot atau jaringan ikat (fasia) yang menjadi nyeri saat ditekan. Menekan titik pemicu dapat menyebabkan nyeri alih dan dapat membantu mengidentifikasi area eksternal di tubuh yang menghasilkan rasa sakit. Di sisi lain, titik pemicu juga bisa menjadi titik di mana rasa sakit menyebar ke seluruh otot dan fasia yang menyebabkan sindrom nyeri myofascial. Trigger point myotherapy menargetkan bagian tubuh yang sensitif ini untuk menerapkan sejumlah tekanan terkonsentrasi untuk meredakan kejang otot. Jika rasa sakit tidak merespon pengobatan nonsurgical, suntikan titik pemicu dapat dimasukkan ke titik pemicu spesifik untuk menonaktifkan titik dan mengurangi nyeri myofascial.

Titik pemicu adalah titik-titik diskrit, fokal, dan hiperiritatif yang terletak di pita otot rangka yang kencang. Mereka menghasilkan rasa sakit secara lokal dan dalam pola yang dirujuk dan sering menyertai gangguan muskuloskeletal kronis. Trauma akut atau mikrotrauma berulang dapat menyebabkan perkembangan stres pada serat otot dan pembentukan titik pemicu. Pasien mungkin mengalami nyeri regional dan persisten yang mengakibatkan penurunan rentang gerak pada otot yang terkena. Ini termasuk otot yang digunakan untuk mempertahankan postur tubuh, seperti otot di leher, bahu, dan korset panggul. Titik pemicu juga dapat bermanifestasi sebagai sakit kepala tegang, tinitus, nyeri sendi temporomandibular, penurunan rentang gerak di kaki, dan nyeri punggung bawah. Palpasi bundel hipersensitif atau nodul serat otot yang lebih keras dari konsistensi normal adalah temuan fisik yang biasanya terkait dengan titik pemicu. Palpasi dari trigger point akan menimbulkan nyeri langsung pada area yang terkena dan/atau menyebabkan radiasi nyeri menuju zona referensi dan respon kedutan lokal. Berbagai modalitas, seperti teknik Semprot dan Peregangan, ultrasonografi, terapi manipulatif dan injeksi, digunakan untuk menonaktifkan titik pemicu. Injeksi titik pemicu telah terbukti menjadi salah satu modalitas pengobatan yang paling efektif untuk menonaktifkan titik pemicu dan meredakan gejala dengan cepat.(aafp.org)